Rabb, Engkau ciptakan gunung untuk menampung air Menyimpan dibalik pohon, bersemayam duduk
bertasbih kepadamu Menunggu aliran sungai-sungai kecil, menunggu
aliran sungai yang besar Mengalir kearah laut, membangun kemanusiaan
dan kemakmuran Maafkan aku ya alloh Yang menyianyiakan air ketika hujan dan
mencarinya ketika kemarau Maafkan aku atas keserakahanku membabat hutan
berjuta-juta hektar Menghabisinya hanya untuk atas nama
kemakmuran rakyat Berikan kesempatan kepada kami untuk menanam
kembali Memelihara lereng-lereng yang indah, menyisir
air yang mengalir dengan jernih Berlayar menuju samudra kemakmuran Atas nama cinta dan kemanusiaan Rabb, Kau ciptakan aku dari tanah Tapi hari ini aku tak mau bersentuhan dengan
tanah Kuhancurkan tanah, ku beton tanah Kakiku tak mau menyentuhnya Rabb, Kau ciptakan aku dari angin Tapi seluruh jendela rumahku kututup rapat Seakan aku tak membutuhkannya Rabb, Kau ciptakan aku dari matahari Tapi aku berlali dari matahari Aku tak mau melihatnya kembali Rabb, Kau ciptakan aku dari air Tapi aku berlari dari air Kuhabisi sumber-sumber air Seakan aku tak membutuhkannya Maafakan aku ya rabb, Jangan turunkan bencana yang lebih besar lagi Atas kekufuranku terhadap alam yang engkau
ciptakan Berikan kelapangan dan ampunan kepada kami Para pendusta suluruh ayat-ayat yang engkau
turunkan Ayat yang tertulis dalam alqur’an Dan alam raya yang luas ini Yang aku nistai dan aku nodai. Rabb, Kau ciptakan malam dengan gemerlap bintang
dilangit Kau heningkan seluruh alam agar seluruh
mahlukmu bersujud Melampaui malam mengarungi mimpi indah Menjelang sang pajar menyongsong pagi yang
penuh dengan harapan Kini semuanya ku nistakan Malamku tetap berlari mecari apa yang tak
pernah kudapat Ketika siang kau gelapkan aku, kau hinakan
aku Aku tak tau arah kemana berjalan Ketika aku lihat barat seperti timur Ketika aku lihat utara seperti selatan Maafkan aku ya rabb... Yang telah melupakan malam yang engkau
ciptakan Akhirnya aku tersesat ketika siang berjalan.
0 Komentar